Lari Pertama Apri Bersama Burners

Ini pertama kali nya gue ikut lari bareng Cibubur Runners aka CR a.k.a Burners. Tepatnya pas events ‪#‎ImlekRUN‬ yang diadain oleh Burners. yang akhirnya kita memenangi foto #imlekRUN dengan like terbanyak yg diadakan oleh Indo Runners pusat

Pada awal nya gue join Burners karena udh bosen aja lari sendiri, saat itu gue baru 3 bulan mulai lari. Ternyata setelah lari bareng yang gue dapatkan di Burners ini bukan hanya running buddy tapi running family. Dan ini juga dirasakan oleh teman-teman yang lain. Pada event itu juga ternyata banyak pelari baru join lari bareng Burners, antara lain: Sary AnditaDidit Andita, dan Lutfi Harada yang hingga sekarang masih aktif berlari.

Apri pertama kali terpapar virus Burners di Imlek Run ini

Apri pertama kali terpapar virus Burners di Imlek Run ini

Continue reading

Emak-Emak Nyoba Ngetrail by Eva

Hiking, menjelajah alam, bukanlah kegiatan yang asing bagi saya. Gede, Halimun, Salak, Pangrango, adalah gunung2 yang sering saya jelajahi. Saya jatuh cinta pandangan pertama pada suami pun di kaki gunung Halimun pada suatu pagi yang dingin dan berangin belasan tahun yang lalu. Hiking terakhir yang saya lakukan (mungkin) sudah 17-18tahun yang lalu. Menjadi istri dan seorang ibu, seperti nya membuat saya harus “melupakan” kegiatan menjelajah alam ini, karena memang gak ada waktu utk melakukan nya. Kesibukan rumah tangga, ngurus anak, bisnis, membuat keinginan hiking saya hilang terkikis. Sejak saya senang berlari, saya tau kalo ada cabang berlari di alam atau sering disebut trail running. Bagi saya yg dulu sering hiking, tidak masuk akal saya bagaimana bisa kita menjelajah alam tapi ada COT (Cut Of Time) nya seperti di trail running ini. Menjelajah alam bagi saya tdk bisa “diburu-buru” dibatasi waktu seperti itu.

Kontributor kita kali ini - Eva

Kontributor kita kali ini – Eva

Continue reading

Burners Nyentul (Again)

Menjelang long weekend, jalur-jalur tol ke arah luar Jakarta macet total. Kemacetan ini juga tentunya berdampak pada segenap warga Jakarta yang memilih tidak kemana-mana. Imbas macet tanggal 23 Desember masih terasa hingga tanggal 24 Desember. Bagi warga yang memilih menetap di Jakarta dan sekitarnya, pilihan berlibur pun gak banyak: mall, Ragunan, Monas, dan Ancol. 

Jump Burners Jump

Jump Burners Jump

Beberapa warga Cibubur yang kebetulan hobi lari juga ingin melepaskan penat namun enggan ke mall. Berdasarkan musyawarah dadakan di grup WA Burners, diputuskan bahwa Burners akan ngetrail lagi ke jalur langganan Burners yakni Gunung Pancar. Kenapa ke gunung pancar lagi? Ada beberapa alasan sebenarnya: 

Continue reading

Video Bromo Tengger Semeru (BTS) 100 Ultra versi Burners

Para pelari Cibubur Runners turut andil dalam Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra. Para pejuang Burners yang turun di event ini adalah Patrap, Rais, Joan dan Enos. Burners turun di dua kelas dari empat kelas yang ada, yaitu kelas 30 km dan 70 km. Race yang berlangsung pada tanggal 4 dan 5 November ini merupakan salah satu kegiatan trail run bergengsi di Indonesia dan diikuti oleh ratusan pelari dalam negeri dan manca negara. 

BTS 100 Ultra adalah lomba lari yang diadakan oleh trail runner Indonesia community, dengan dukungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kementrian Pariwisata, Pemda Malang, Lumajang, dan Pasuruan, Trail Runners Indonesia (TRI), FORAKSI dan Young Pioneers.  BTS 100 Ultra mempertandingkan kelas 170 km, 102 km, 70 km dan 30 km.

Continue reading

Trail Run Penutup 2015 – Consina

Pertama liat promo posternya di FB langsung kepikir unik juga nih namanya. Consina Fun Trail !

Flyer Consina Trail Run

Flyer Consina Trail Run

Berlokasi di Gunung Geulis Campsite, Ciawi, Bogor. Dengan proses pendaftaran, pembayaran dan pengambilan race pack yang praktis dan rapih, kami pun bersiap untuk menjajal rute baru ini.

Sabtu pagi, 19 Desember 2015 kedatangan kami – Pak Harris, Pak Patrap, Papah Didit, Andrianto, Azim, Silvi, Mami Ule, Mamah Dina alias Madin, Mamah Sary, Kakak Joice, Martini dan saya – disambut dengan gerimis melankolis di Gunung Geulis Campsite. Cuaca yang mendung dan tak adanya setitik sinar mataharipun membuat suasana terasa dingin menusuk kalbu yang mungkin juga berasal dari AC mobil Pak Patrap yang disetel pol dari mulai cibubur sampai Ciawi.

Continue reading