NusantaRun Chapter 3

Please enter banners and links.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Event NusantaRun Chapter 3 yang bermula dari Bandung menuju Cirebon dan menempuh jarak kurang lebih 135 km itu dimulai. NusantaRun Chapter resmi dimulai di Bandung yang dibuka langsung oleh Bapak Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Burners ready to run

Burners ready to run

NusantaRun terdiri dari 10 check point (CP) yang harus diselesaikan pelari. Dengan jalur ultra sejauh 135 km, NusantaRun menggunakan sejumlah marshall sepeda dan marshall motor untuk memastikan para pelari mengikuti lintasan NusantaRun Chapter 3 serta memastikan keamanan pelari.

  1. CP 1 – km 12 – Pom Bensin Soekarno Hatta – Panitia 
  2. CP 2 – km 25 – Pom Bensin Al Masoem – Bandung Explorer 
  3. CP 3 – km 38 – Tahu Tanjung Rasa Tara Resto – Derby 
  4. CP 4 – km 56 – Kantor Kepala Desa Paseh Kidul – I Run U Run/Running Rage 
  5. CP 5 – km 75 – RM Padang Seberang Mesjid – TEBETIAN (Puti) 
  6. CP 6 – km 88 – SPBU – YPAB 
  7. CP 7 – km 97 – Klinik Dokter Umum – Astra Runners 
  8. CP 8 – km 107 – Kantor Desa Kedung Bunder – BURNERS (Cibubur Runners) 
  9. CP 9 – km 120 – Pasar Batik Trusmi – Jak B 
  10. CP 10 – km 135 – Balai Kota Cirebon – Panitia 

Jalur sepanjang 135 km tentu tidak bisa dipastikan steril semuanya. Mengingat jalur yang dihadapi pelari sangat jauh, tentu saja banyak rintangan yang harus dihadapi pelari. Jalur Bandung -Cirebon sendiri ternyata adalah jalur yang penuh dengan tanjakan dan turunan yang tentu saja memberi tantangan sendiri untuk masing masing pelari. Dalam perjalanan menuju CP 2 setelah IPDN, pelari harus melewati jalur yang menjadi arena balapan liar. Jalan menanjak berliku-liku menuju CP 2 ternyata juga rawan preman, salah seorang tim pendukung Burners kena palak dalam perjalanan mendampingi pelari menuju CP2.

Jalur di CP 3 ternyata juga menantang berupa jalur tanjakan yang kejam, gelap dan sadis. Memasuki pukul 5 subuh, sebagian besar pelari telah melalui CP 3 menuju CP 4. Pak Rais dari Burners melanjutkan racenya dari CP 4 sekitar Pukul 9 pagi dengan ditemani oleh istri tercinta, Mbak Eva, yang berperan sebagai mobile marshal, yang telah setia menemani Pak Rais dari garis start. Jalur CP4 menuju CP 5 ternyata jalur turunan berkelok-kelok dan sedikit merepotkan mobile marshall karena jalur ini ramai dilewati truk. Menuju CP 5, tantangan yang dihadapi pelari makin berat karena matahari bersinar terik dan debu yang harus diterobos oleh para pelari akibat dari mobil truk yang lewat. Enos sempat mendapatkan perawatan di CP 4, Pak Rais memutuskan untuk menunggu sore sambil beristirahat di CP 5 hingga pukul 16.00. Bang Edo yang tiba di CP5 beberapa saat setelah pak Rais, memanfaatkan CP5 sebagai tempat beristirahat sekalian mendapatkan massage. Sementara Enos masih mendapatkan perawatan di CP5 ditemani oleh member tim medis langganan Enos yang sudah ketemu dari event tahun lalu (ehem), pantes gak mau beranjak dari CP5 Nos. Enos berencana akan memulai perjalanan ke CP6 setelah senja. 

Enroute to CP after CP

Enroute to CP after CP

Memulai perjalanan dari CP5 ke CP 6, para pelari mulai berlari dalam kelompok kecil dengan dikawal oleh marshal sepeda dari go trail dan bandrex. Meski tidak turun hujan, jalanan menuju CP6 cukup sulit untuk dilewati dengan minimnya penerangan di jalan dan ramai truk ngebut  lalu-lalang. Jalan sangat gelap dan para pelari dituntut untuk terus berlari dalam kondisi gelap. Namun Pak Rais dengan semangat 45 terus maju dalam kondisi gelap ini, maklum lah lampu hati mbak Eva lebih terang dari LED  (#eeaaaa). Di jalur ini, Enos sempat melihat ada mobil truk yang terbalik di pinggir jalan. Update dari Bang Rais dan Enos terus mengalir, sementara Bang Edo yang gak dapat sinyal sesekali mengirim kabar saat menerima wifi (pastinya di indomaret). 

What a journey

What a journey

Burners on road with our precious marshall

Burners on road with our precious marshall

Menjelang pukul 9 malam, Bang Edo sudah akan meninggalkan CP 6 menuju CP 7, sementara Enos abis keserempet di perjalanan menuju CP 6, dan Bang Rais sudah di CP 6. Pukul 12 malam, Bang Edo sudah tiba di CP 8, sementara Enos sedang memanjakan diri di CP 7 ditemani oleh tim medis geulis, kita jadi makin ngerti motivasi lain Enos betah betah di setiap CP, tenang Nos nanti di CP 8 banyak anak Batners yang siap mijitin hehehehe. CP 8 adalah posko khusus NusantaRun untuk Burners. Dipimpin oleh Hadining, Posko ini dengan cekatan menyediakan perawatan dan makanan enak kepada para pelari yang mampir. Sejumlah pelari memanfaatkan CP 8 sebagai tempat beristirahat dan menikmati mie nikmat CP 8 yang (kabarnya) tersohor di seantero pelari NusantaRun (cerita tentang CP 8 yang luar biasa ini akan ditulis dalam liputan khusus NusantaRun). Pak Rais tiba di CP 8 Posko Burners yang disusul oleh Enos (puas-puasin deh tuh Nos di pijitin sama teman teman Batners). 

Alasan Enos betah lama lama di CP

Alasan Enos betah lama lama di CP

CP 8 presented by Burnees... Booyeah

CP 8 presented by Burnees… Booyeah

Menjelang pukul 3 subuh, Bang Edo memulai perjalanan ke CP 9, tersisa 2 CP lagi untuk menyelesaikan NusantaRun. Tantangan semakin terasa dengan semakin letihnya tubuh dan kondisi kaki yang sudah mulai protes. Pak Rais menyusul kemudian. Pukul 05.25 pagi, Bang Edo sudah dalam perjalanan menuju Balaikota Cirebon (CP 10), dan pukul 6 pagi, Bang Edo berhasil menyelesaikan NusantaRun Chapter 3, Burners pertama yang menyelesaikan race. Di saat yang sama, Pak Rais sudah bersiap memasuki CP 9, dan Enos divonis DNF (did not finish) akibat cedera yang dideritanya. Perjuangan para pelari dalam ajang ini memang luar biasa, cedera demi cedera mendera namun semangat untuk melanjutkan race terus membara. Pukul 8, Pak Rais mulai memasuki jalur menuju ke CP 10 dengan terus diikuti dengan setia oleh istri tercinta. Mengumpulkan sisa tenaga, Pak Rais menuju ke Balai Kota Cirebon. Menjelang pukul 10, Pak Rais berhasil menyelesaikan race.

The finishers - Kudos

The finishers – Kudos

Sungguh sebuah perjuangan yang tidak gampang. Para pelari Burners ini harus benar-benar berperang melawan diri sendiri selama lebih dari 24 jam untuk bisa menaklukkan jalur 135 km Bandung – Cirebon. Ketiga pelari Burners ini telah membawa kebanggaan dan memberi inspirasi kepada rekan-rekan Burners yang lain. Rekan-rekan Burners pun dengan penuh antusias mengikuti jalannya NusantaRun Chapter 3 melalui update live para pelari dan Mbak Eva (mobile marshal). Dukungan dan semangat terus dikirimkan oleh rekan-rekan Burners melalui whatsapp group.

Seperti kata rekan Burners: “This is not a race, this is a journey”. Apapun hasilnya, we are so proud of Bang Edo, Pak Rais and Enos. Kalian #burners, kalian #batu.

 

Photo credits to: Mbak Eva, Enos, dan Edo.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *