Tips berlari malam

Please enter banners and links.

Tinggal di Cibubur dan berkantor di Jakarta itu terkadang melelahkan. Berangkat kantor pagi-pagi saat matahari belum muncul dan tiba di rumah kembali sekitar jam 8 atau jam 9 malam. Waktu olahraga pun mau tidak mau harus disesuaikan. Terkadang saya masih bisa lari pagi dulu baru ke kantor, namun di beberapa kondisi dimana ada meeting penting pagi pagi saya tentunya tidak bisa menunaikan ibadah lari saya di pagi hari. Lari malam adalah pilihan terakhir saya.
 
Saya sempat ragu juga sebenarnya untuk memulai lari malam karena ada banyak dampak buruk yang saya dengar terkait lari malam. Namun, setelah mencoba membaca artikel tentang lari malam, ternyata memang ada pro dan kontra terkait lari malam. Saya sendiri karena memang tidak punya pilihan lain akhirnya haqqul yaqiin memilih lari malam sebagai alternatif waktu lari saya di hari kerja.

 

11218211_10153713946541802_8134030280955639918_n

Salah satu menu lari malam Burners

Ternyata agar bisa lari di malam hari dengan aman, tenteram dan bersahaja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dari beberapa bacaan yang saya rujuk, ada sejumlah tips bagi para night warrior runner:
 
      1. Kenakanlah pakaian yang berwarna terang. Hal ini dimaksudkan agar pelari dapat terlihat dalam gelap saat berlari sehingga dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan. Warna warna baju dan celana ijo stabilo, pink menyala atau kuning mengkilap bisa dijadikan alternatif pilihan. Warna norak menyala gak papa lah demi keselamatan.
      2. Gunakan headlamp (lampu di kepala). Headlamp merupakan alat bantu penerangan di malam hari yang bisa digunakan oleh pelari. Headlamp sendiri memiliki berbagai jenis dengan tingkat lumen lampu yang bermacam-macam. Saya sendiri lebih menyukai penggunaan lampu yang bisa berkedip-kedip, jadi pada saat berada di tempat yang penerangannya kurang atau gelap, dapat memberikan sinyal yang jelas kepada pengemudi kendaraan yang berpapasang dengan pelari di jalan yang gelap dan tak berujung. Di awal-awal lari malam, saya belum memiliki headlamp. Berhubung saya memiliki lampu sepeda bongkar pasang dan headband, maka saya memanfaatkan kedua benda ini dan merubahnya menjadi headlamp untuk night running.  Tutorialnya bisa dilihat di gambar berikut: 

Tutorial headlamp (abaikan modelnya)

    1. Berlari melawan arah. Jika pengemudi di Indonesia menggunakan jalur jalan sebelah kiri saat berkendara, maka pelari disarankan menggunakan jalur kanan sehingga arah lari akan berpapasan dengan arah berkendara. Pelari di malam hari disarankan menggunakan jalur kanan yang dekat dengan trotoar agar tidak mengganggu para pengemudi. Kampanye berlari melawan arah kendaraan ini sedang gencar dilaksanakan oleh komunitas lari di Indonesia dan dianggap efektif untuk menurunkan tingkat keserempet mobil para pelari. Sangat tidak disarankan untuk berlari dengan posisi ekstrim kanan, karena biasanya akan langsung nyungsep ke selokan.
    2. Gunakan jalur yang aman. Menentukan jalur lari yang aman tentunya sangat subyektif karena persepsi setiap orang tentang resiko, aman dan tidak aman itu berbeda-beda. Untuk lebih mudahnya, gunakan jalur-jalur yang ada penerangan jalannya. Survei membuktikan bahwa tindakan kriminal lebih sedikit terjadi di tempat-tempat yang terang.
    3. Berlari berjamaah. Saat lari malam, para runner juga disarankan untuk berlari berjamaah. Berlari sendiri apalagi di beberapa daerah yang rawan membuka kesempatan diisengin orang. Dengan berlari bersama, kemungkinan seorang pelari diganggu oleh orang iseng lebih kecil. Running together, makes friendship stronger kan? Abis lari bisa balas dendam di warung Tegal bareng bareng, jadi dosanya gak terlalu terasa.  
    4. Pastikan asupan air cukup. Meski pada malam hari kita tidak terpapar sinar matahari, keringat pasti akan tetap mengucur. Pelari yang mencoba berlari malam sebaiknya mempersiapkan juga asupan airnya. Bisa dengan membawa botol minum pas lari atau backpack kecil yang dilengkapi dengan kantong air. Saya pribadi tidak pernah membawa botol air pas lari karena aksesoris lari saya sudah banyak, kalau nambah botol air yang diikat ke pinggang, takutnya disangka pelari professional atau lebih parah lagi disangka pedagang kelontong saking banyaknya aksesoris yang nempel di badan. Untuk urusan hidrasi, saya memanfaatkan toko-toko yang berakhiran mart yang bertebaran di sekitar tempat lari saya. Biasanya di kilometer tertentu, saya akan istirahat 1-2 menit untuk masuk toko, membeli dan langsung meneguk air dan melanjutkan ibadah lari saya.
    5. Khusus di bulan Ramadhan, hindari makan berat saat berbuka. Sebaiknya jangan makan nasi padang porsi jumbo duo pas buka puasa. Makan yang ringan ringan saja seperti sate padang plus susu beruang roti dan kolak serta air minum yang cukup. Makan porsi jumbo pas buka puasa akan sangat mengganggu jalannya ibadah lari malam hari. Saya biasanya makan malam yang porsi jumbo malah setelah lari, itupun gak jumbo jumbo amat, cuma seonggok nasi, dua potong rendang, telur dadar, tahu atau tempe, sambel ijo dan teh manis anget. Gak jumbo kan?
 Setelah membaca sejumlah teori dan pro kontrak lari di malam hari. Saya pun mencoba menjajal lari malam. Di hari baik yang telah ditentukan berdasarkan primbon dan feng shui (lu kata mau nikah?), saya mulai menjalankan ibadah lari malam saya. Tadinya sih mau ikut  Thurday Night Run (TNR) nya Burners (Cibubur Runners), tapi mereka mulai pukul 19.00, sedangkan saya baru tiba di rumah jam 8 malam. Akhirnya lari berjamaah saya gagal, jadilah saya lari dalam kesendirian (cuih) ditemani lagu lagu melankolis Betharia Sonata.
 
Saya mengenakan pakaian dan sepatu dengan warna senada: IJO TERANG BENDERANG, itung itung sekalian kampanye
lingkungan GO SHOCKING GREEN. Dengan berbekal headlamp buatan sendiri, saya pede untuk lari. Ipod pun sudah diprogram untuk memainkan lagu lagu house music, tujuannya agar ada mood booster di kilometer kilometer akhir pada saat saya sudah desperate berlari.
 
Dengan menggunakan mode lampu berkedip-kedip, saya mulai berlari. Saya mencoba menerapkan lari melawan arah (poin 3 di atas). Dan yang terjadi adalah, setiap kali papasan dengan pengendara mobil atau motor, pasti mereka melambat. Mereka mungkin penasaran, dari kejauhan kok ada kunang-kunang berkedip-kedip dari kejauhan. Mereka melambat untuk memastikan apakah yang berkedip-kedip itu kunang-kunang atau manusia.Ternyata babi ngepet, sodara-sodara. Yes, a ngepet pig in a shocking green costume.
Go Shocking Green… Errrr duit 4000 itu buat beli minum di ****mart

 

Awalnya sih jengah setiap kali berpapasan dengan pengendara di jalan. Apalagi saya tidak melihat ada runner lain yang melintas di malam hari. Lama-lama, saya terbiasa. Mulai fokus pada lari saya. Awalnya saya cuma menargetkan 5 kilometer saja malam itu. Menjelang kilometer 5, saya masih merasa ada tenaga jadi saya lanjut lari dan menargetkan 10 km malam itu. Sayang rasanya saya sudah menyiapkan diri, mulai baju, headlamp, niat dan nyusun lagu
di ipod tapi larinya cuma 5 km (ditabok Burners rame rame).
 
Meski tertatih tatih di kilometer akhir, saya akhirnya bisa menyelesaikan ibadah lari 10 km dengan catatan waktu….. ah sudahlah masih jauh dari harapan. Nah buat teman-teman yang pengen lari malam bisa mencoba tips tips saya di atas.
 
 
Foto ini dipajang cuma buat tujuan narsis doang
Selamat lari malam, semoga selamat sampai tujuan.
~ C 1 P U ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *