Menjajal Jalur Citeureup di Gunung Pancar

Telepon genggam di meja saya bergetar pelan. Ada satu pesan lewat WhatsApp Messenger. Dari mas Enos.

“Mbok, besok ngetrail yah. Gak usah bawa tas, pake punyaku aja. Cukup bawa baju ganti. Ketemu di Lawson 4.30”

“Hah? Katanya Minggu. Labil ah, ganti-ganti mulu.”

“Ya minggu ke sana lagi.”

Saya iyain aja ajakannya, karena sejak awal latihan emang udah dijanjiin akan ada 2 kali sesi trail run. Agak deg-degan juga sih. Di bayangan saya, trail run itu serem. Apa gak capek? Kalo nyasar di hutan, gimana? Di hutan bukannya banyak setannya, ya? Lagian, lari kok di gunung. Kayak gak ada tempat lain aja.

Besok paginya abis subuhan, saya naik gojek ke meeting point temen-temen Cibubur Runners –yang kebanyakan saya belum pernah ketemu– di minimarket Lawson, Kota Wisata.

Langit masih gelap saat rombongan kami yang terdiri dari 2 mobil membelah jalanan yang lengang. Gunung Pancar, here we come!

Memasuki kawasan Bukit Sentul, kami langsung menuju tempat parkir di Sentul Eco Park. Area parkirnya gak terlalu luas. Tapi begitu turun dari mobil, kita bisa langsung masuk ke jalur untuk trail run yang berjarak hanya beberapa puluh meter dari parkiran.

15384472_10211724506535271_1315416505034904391_o
Continue reading

Kenapa Saya Lari

I always hate running. Always.

Udahlah gak ada musiknya kayak senam aerobic (I know, shut up! hahaha), menurut saya, lari adalah olahraga yang paling bikin capek di dunia. Iya, saya tahu, mana ada olahraga yang gak bikin capek. Tapi lari ini kan capeknya gak enak, ya. Keringetannya gak enak, ngos-ngosannya kayak apaan, dan jantung juga rasanya dipaksa bekerja sampai nyaris meledak.

Sampai beberapa bulan yang lalu…

Kalo ditanya kapan mulai suka lari, saya gak inget kapan persisnya. Mungkin karena proses jatuh sukanya juga gak seketika, bukan seperti cinta pada pandangan pertama. Hayah. Juga, barangkali, karena saya gak langsung lari waktu pertama kali berusaha hidup sehat lagi. Ya gimana mau lari. I hate running, remember?

Yang saya ingat, saya mulai olahraga di akhir bulan April 2016. Selain karena rasanya badan udah kegedean, juga karena ada insiden memalukan sebulan sebelumnya, saat trip ke beberapa kota di Sumatera Selatan: saya jatuh terduduk waktu main lompat tali sama anak-anak SD. Jatuh gedebug aja gitu! Seolah-olah kaki saya cuma segumpal daging tanpa tulang. Saat itu sih saya ketawa-tawa buat nutupin rasa malu. Tapi dalam hati, saya beneran takut. Pasti ada yang salah, sampai-sampai kaki saya gak mampu menopang berat tubuh sendiri.

Jadi bulan depannya, saya mulai jalan kaki di sekitar rumah aja. Gak lama, palingan setengah jam doang, dan gak tiap hari. Akhir April, saya beli sepeda statis supaya tetep olahraga kalo lagi bosen jalan pagi. Eh, kok badan rasanya enakan setelah rutin jalan kaki dan sepedaan. Eh, kok paha kayak sedikit mengecil, ya.

Bulan depannya, Mei 2016, menurut catatan di Nike app, acara jalan kaki saya makin rutin, dengan durasi sedikit lebih lama. Kali ini jalannya lebih cepat, dan kadang saya coba lari dikit-dikit. Jalan-lari-jalan-lari. Larinya sedikit, jalan kakinya banyak.

Juni 2016, Teh Nita Sellya ngasi tau bahwa di Cibubur ada Ramadhan Night Run yang diadain oleh Burners, komunitas lari di Cibubur. Wah, lucu nih, pikir saya. Jadi, bareng beberapa temen yang sama-sama baru mulai seneng-senengnya olahraga, saya daftar dong. Saya mutusin ikut race malam-malam itu, ya hanya karena temen-temen saya pada mau ikut, dan janjian nginep di rumah saya setelah race. Jadi bukan karena pengen lari. Saya sih lebih pengen ngumpul seru-seruan sama temen-temen saya ini, begadang pajama party di rumah, hahaha..

Sialnya, udahannya saya gak bisa jalan selama 2 minggu lebih. Udah macam orang jompo, tergeletak tak berdaya di tempat tidur. Di bawah ini foto medal pertama yang saya dapat dengan penuh drama itu…

medali pertama, dari Burners Ramadhan Night Run

medali pertama, dari Burners Ramadhan Night Run

Continue reading

Tips berlari malam

Tinggal di Cibubur dan berkantor di Jakarta itu terkadang melelahkan. Berangkat kantor pagi-pagi saat matahari belum muncul dan tiba di rumah kembali sekitar jam 8 atau jam 9 malam. Waktu olahraga pun mau tidak mau harus disesuaikan. Terkadang saya masih bisa lari pagi dulu baru ke kantor, namun di beberapa kondisi dimana ada meeting penting pagi pagi saya tentunya tidak bisa menunaikan ibadah lari saya di pagi hari. Lari malam adalah pilihan terakhir saya.
 
Saya sempat ragu juga sebenarnya untuk memulai lari malam karena ada banyak dampak buruk yang saya dengar terkait lari malam. Namun, setelah mencoba membaca artikel tentang lari malam, ternyata memang ada pro dan kontra terkait lari malam. Saya sendiri karena memang tidak punya pilihan lain akhirnya haqqul yaqiin memilih lari malam sebagai alternatif waktu lari saya di hari kerja.

 

11218211_10153713946541802_8134030280955639918_n

Salah satu menu lari malam Burners

Continue reading

Running Form dan Endurance – Gosal

Olahraga lari menjadi trend beberapa tahun terakhir. Banyak komunitas lari yang terbentuk dan mereka menjadikan olahraga lari ini sebagai pemersatu. Komunitas-komunitas lari yang ada terus berusaha untuk meningkatkan performa lari mereka, misalnya dengan mendatangkan pelatih untuk melatih mereka melakukan teknik lari yang baik dan benar. Teknik lari yang baik dapat dilakukan melalui latihan abc drill, interval, hills, dan endurance.
Running Form and Endurance training ala Burners

Running Form and Endurance training ala Burners led by Coach Gosal

Continue reading

Lari Pertama Apri Bersama Burners

Ini pertama kali nya gue ikut lari bareng Cibubur Runners aka CR a.k.a Burners. Tepatnya pas events ‪#‎ImlekRUN‬ yang diadain oleh Burners. yang akhirnya kita memenangi foto #imlekRUN dengan like terbanyak yg diadakan oleh Indo Runners pusat

Pada awal nya gue join Burners karena udh bosen aja lari sendiri, saat itu gue baru 3 bulan mulai lari. Ternyata setelah lari bareng yang gue dapatkan di Burners ini bukan hanya running buddy tapi running family. Dan ini juga dirasakan oleh teman-teman yang lain. Pada event itu juga ternyata banyak pelari baru join lari bareng Burners, antara lain: Sary AnditaDidit Andita, dan Lutfi Harada yang hingga sekarang masih aktif berlari.

Apri pertama kali terpapar virus Burners di Imlek Run ini

Apri pertama kali terpapar virus Burners di Imlek Run ini

Continue reading